![]() |
| Enceng Gondok. Gambar : pixabay.com |
Kompos kaya kalium dari enceng gondok -- Sobat tani dan pecinta tumbuhan organik, postingan kali ini akan kita kupas semoga tuntas perihal “si” enceng gondok. “Si dia” itu dilarang kita lupakan. Kita harus bicarakan perihal “kebaikannya” dalam hal sumber nutrisi penting bagi tumbuhan terutama unsur hara untuk meningkatkan hara kompos.
Anda menanam cabai, tomat, mangga, durian, dan tumbuhan lainnya bukan? Anda suatu dikala niscaya akan selalu ingat dengan enceng gondok. Kenapa? Karena banyak kandungan hara yang sanggup memperlihatkan hasil menggembirakan atas perjuangan tani Anda. Oleh alasannya yaitu itu, harus kenal dulu dengan enceng gondok secara dekat. Ada adagium begini, “tak kenal, maka tak sayang.”
Enceng Gondok
Yuk kita mengenal enceng gondok. Enceng gondok (Eichhornia Crassipes) adalah tumbuhan air. Biasanya sanggup dilihat terapung di permukaan air yang tergenang atau di sungai yang fatwa airnya pelan.
Tumbuhan dengan daun yang tebal lagi hijau ini, banyak orang menganggap sebagai tumbuhan pengganggu atau gulma. Kehadirannya di air atau kolam sanggup mengganggu kehidupan perairan dan bisa juga menyumbat susukan irigasi.
Akan tetapi, tidak sedikit juga yang melihat dari sisi positif. Dengan keberadaan jumlahnya yang banyak hingga ber-ton-ton, enceng gondok kemudian dimanfaatkan sebagai materi baku anyaman tas, sandal dan lainnya. Luar biasa.
Enceng gondok juga sanggup dijadikan pakan ternak. Bahkan, para ilmuan (scientist) sudah menemukan manfaat yang luar biasa pada enceng gondok dalam bidang pertanian, yaitu ia mengandung unsur hara penting bagi tanaman.
Kaya Kalium (K)
Rupanya sesudah diteliti, enceng gondok sangat kaya dengan kandungan hara yang dibutuhkan tanaman. Apa kandungannya? Ia kaya dengan unsur kalium (K) dan unsur lain menyerupai kalsium, natrium dan beberapa unsur mikro lainnya.
Kalium yaitu salah satu nutrisi makro bagi tanaman. Unsur kalium memang sangat dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Anda lihat sendiri, banyak orang membeli pupuk NPK (pupuk anorganik) untuk memupuk tanaman, ‘kan? Ini niscaya alasannya yaitu tumbuhan butuh kalium.
Baik, bila sudah mengenal enceng gondok, maka kita sekilas harus juga melihat perihal tugas kalium (K) pada tanaman. Apa perannya? Diantaranya yaitu :
- Membantu pembentukan protein dan karbohidrat atau pati
- Memperkuat jaringan tumbuhan supaya daun, bungan dan buah tidah gampang rontok
- Sebagai antibodi sehingga tumbuhan tahan terhadap serangan hama dan penyakit
- Kualitas buah lebih baik, yaitu ukuran maupun rasa buahnya lebih manis
- Memperluas pertumbuhan akar
Wow sungguh sangat penting perannya. Nah, bila begitu ceritanya, perlu dimanfaatkan dunk enceng gondok. Sayangnya, enceng gondok tidak bisa diberikan mentah-mentah kepada tanaman. Kalau diberikan pada tumbuhan pribadi akan menyebabkan tumbuhan Anda terganggu dan bahkan bisa dead. Ini alasannya yaitu terjadi perebutan zat makanan dalam tanah antara mikroorganisme dan tanaman.
Bagaimana caranya memanfaatkan kalium dari enceng gondok? Harus diuraikan dulu atau terdekomposisi biar kalium tersedia untuk tanaman. Makanya, enceng gondok ini diolah menjadi salah satu pupuk organik atau pupuk kompos kaya kalium yang sanggup meningkatkan kesuburan tanah dan produktifitas tanaman.
Pengen coba mengolahnya menjadi pupuk kompos? Begini caranya :
Proses yang berlangsung yaitu pengomposan menyerupai menciptakan pupuk kompos lainnya. Anda niscaya tau bahwa yang namanya dekomposisi niscaya melibatkan mikroorganisme untuk penguraian bahan-bahan yang kita gunakan.
Persiapan tempat
Tempat untuk menyimpan adonan materi dan berlangsungnya pengomposan harus dipersiapkan terlebih dahulu. Anda sanggup menciptakan daerah dari kayu berbentuk kotak. Ukuran panjang x lebar x tinggi disesuaikan. (Sebagai contoh, buat ukuran 2 m x 2m x 1 m ).
Bahan-bahan
(Asumsi kita akan menciptakan 1 ton (1000 kg) pupuk kompos enceng gondok)
- Enceng Gondok 800 Kg----------> dipotong-potong kecil biar cepat terurai oleh mikroorganisme (ukuran maksimal 2 cm)
- Kotoran ternak atau bisa kotoran ayam 200 Kg
- Molase atau tetes tebu 500 ml atau 1/2 Kg
- EM4 1 Liter
- Air Secukupnya
Cara Pembuatan pupuk kompos dengan materi dasar enceng gondok
- Buat terlebih dahulu adonan EM4 + Gula + Air . Campuran itu diaduk hingga merata (lebih baik diamkan 1 malam )
- Campurkan secara merata bahan-bahan ini, yaitu enceng gondok + kotoran ternak
- Siramkan larutan EM4 (telah dibentuk pada poin no.1) secara merata dan perlahan-lahan ke materi yang sudah dicampurkan (poin no.2). Aduk-aduk biar merata.
- Masukkan hasil adonan itu ke dalam kotak kayu yang sudah disiapkan dan tutup rapat dengan plastik atau lainnya yang gampang dibuka-buka.
- Suhu atau temperatur materi dalam kotak dipertahankan antara 40 – 50 derajat Celcius dan kelembaban 60%. Jika suhu menjadi tinggi, kotak kayu dibuka beberapa dikala sambil dibalik-balik biar suhu cepat turun. Kemudian, kotak ditutup kembali. Kontrol secara rutin seminggu sekali hingga hari ke-30.
- Pupuk kompos enceng gondok sudah jadi hari ke-30 dan siap digunakan. Sebaiknya diangin-angin sebentar sebelum dipakai biar tidak terlalu panas atau sama dengan suhu kamar/ruangan.
Demikian cara pengomposannya sehingga menjadi pupuk kompos enceng gondok yang kaya dengan kalium dan unsur hara mikro lainnya.
Baca juga ini :
- Mengolah Bonggol Pisang Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)/MOL dan 4 Cara Aplikasinya
- 6 Step Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Air Kelapa dan Cara Aplikasinya yang Benar
- Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sampah Basah Dengan EM4 dan Air Cucian Beras.
- Cara Membuat Pupuk Kompos Siap Pakai dalam 7 Hari
Beberapa materi lain yang kaya kalium, yaitu aram sekam, bonggol pisang, batang kentang kering, bubuk jerami, bubuk bakaran sampah, dan lain-lain. Semua bahan-bahan ini sanggup ditambahkan ke dalam kompos untuk memperkaya hara makro kalium.
Pengaruh pupuk organik atau kompos terhadap tanah
Selain memperlihatkan hara kalium pada media pertumbuhan tanaman, pupuk kompos enceng gondok rupanya memperlihatkan laba lainnya pada tanah atau media tanam. Kenapa? Ini alasannya yaitu pupuk kompos enceng gondok juga termasuk pupuk organik. Makanya, di bawah ini, saya tampilkan efek secara umum pupuk organik pada tanah, yaitu :
![]() |
| Gambar : pixabay.com |
1. Mempengaruhi sifat fisik tanah. Sifat-sifat fisik yang dipengaruhi yaitu warna tanah menjadi lebih kelam, tanah menjadi gembur, aerasi tanah menjadi lebih baik, akar tumbuhan gampang ditembus, dan partikel tanah merekat dan membentuk struktur yang mantap. Bahkan, daya serap dan pegang air meningkat sehingga tersedia untuk tanaman
2. Sifat kimia tanah lebih baik. Dengan adanya materi organik dalam tanah, maka akan meningkat kemampuan mengikat hara atau dalam istilah lain Kapasitas Tukar Kation (KTK) meningkat. Dengan demikian akan tersedianya hara yang dibutuhkan tanaman
3. Memperbaiki kehidupan mikroorganisme dalam tanah. Dengan adanya materi organik yang bersala dari pupuk kompos, maka menjadi sumber makanan bagi organisme tanah, menyerupai semut, cacing, dan lain-lain. Hasil aktifitas organisme itu akan menciptakan tumbuhan semakin baik pertumbuhannya.
Well sobat. Enceng gondok dan pupuk kompos yang terbuat dari materi itu sudah terbayang mengapa begitu penting. Ternyata memilki hara penting terutama kalium yang sangat membantu pertumbuhan tanaman.
Di sini saya memperlihatkan sedikit tip memupuk dengan pupuk kompos atau pupuk organik.
- Pupuk organik menyerupai pupuk sangkar atau kompos yang ditebar di tanah harus dicampur dengan cara pengolahan tanah. Jika dimasukkan dalam pot, jangan hanya diletakkan di atas, tapi harus tercampur dengan tanah secara merata.
- Jika dijadikan sebagai pupuk dasar pada tumbuhan cabai, tomat, terung, jagung, dan lainnya, maka sebaiknya pupuk kompos ditempatkan pada lubang tanam seminggu sebelum bibit tersebut di tanam.
- Jangan malas memupuk dengan pupuk kompos. Maksudnya, berilah pupuk kompos atau pupuk organik dengan takaran kecil secara berkala. Jangan pribadi ditumpuk banyak-banyak dalam lubang tanam. Berilah secara sering dengan takaran sedikit-sedikit. Dengan cara demikian akan memperlihatkan pertumbuhan tumbuhan lebih baik.
- Hindari memakai pupuk kompos atau pupuk sangkar yang belum tepat terdekomposisi. Jika ini dilakukan, maka akan menciptakan tumbuhan merana/terganggu pertumbuhannya.

