Efektifkah Npk Saja? Ini Unsur Hara Esensial Yang Sering Terlupakan

Efektifkah Npk Saja? Ini Unsur Hara Esensial Yang Sering Terlupakan
Efektifkah Npk Saja? Ini Unsur Hara Esensial Yang Sering Terlupakan


Gambar. pixabay.com



Efektifkah NPK saja? Ini Unsur Hara Esensial Yang Sering Terlupakan - Kalau belum memberi unsur hara esensial ibarat memupuk tumbuhan dengan pupuk NPK, tampaknya belum yakin tumbuhan tumbuh subur dan produktif hasilnya.  Seolah-olah masih ada sesuatu yang masbodoh dan belum sempurna

Karena itulah tidak heran kalau pupuk yang mengandung unsur hara esensial  N, P dan K laku bagus diborong oleh petani. Bahkan, menjadi tidak hening dan mungkin juga gelisah ketika sulitnya mencari pupuk NPK untuk mencukupi unsur hara esensial dari perjuangan taninya.

Berbagai jenis pupuk yang mengandung hara N, P dan K menjadi komoditi yang dicari oleh pemulia tumbuhan untuk memupuk tanamannya. Ada yang membeli pupuk dalam bentuk pupuk beragam ibarat pupuk NPK, dan ada juga yang membeli pupuk tunggal ibarat pupuk Urea, ZA, TSP, SP-36, KCL, dan lainnya yang mengandung unsur hara N, P, dan K.

Tanaman butuh unsur hara esensial
Semua dongeng di atas tentunya wajar-wajar saja. Sebab, tumbuhan membutuhkan unsur hara esensial yang mengandung nitrogen (N), posfor (P), dan kalium (K). Tanaman membutuhkan unsur tersebut untuk membangun jaringan tubuhnya dari fase vegetatif hingga fase generatif. Hingga akhirnya, tumbuhan memperlihatkan hasil produksi (panen) yang diinginkan oleh petani.

Namun, alangkah sayangnya ketika memupuk tumbuhan secara tidak berimbang. Sayang sekali alasannya yaitu terbatasnya “cara komunikasi” dengan tumbuhan sehingga yang menanam tidak mengerti unsur apa yang bahwasanya yang diharapkan dikala ini. 

Kalaulah tumbuhan sanggup “ngomong,” ia akan bilang bahwa bukan unsur hara N, P, dan K saja yang dibutuhkan. Atau ia akan cerita, kalau N, P, K sudah "over takaran Bung" dalam tanah alasannya yaitu selalu dipupuk dengan pupuk yang itu-itu saja. Kami butuh unsur hara esensial lainnya juga.




Itulah sekilas citra wacana rutinitas pemupukan dengan unsur N, P, dan K yang dilakukan oleh sebagian besar petani dalam budidaya banyak sekali macam tanaman. Namun, dalam artikel ini kita ingin membuka belakang layar tanaman, unsur hara makro apa bahwasanya yang tumbuhan butuhkan. Nutrisi esensial yang bagaimana seharusnya tumbuhan konsumsi biar sanggup memperlihatkan hasil panen yang optimal.

Unsur hara N, P, dan K sudah banyak yang mengenalnya dan bahkan sudah setiap waktu diberikan untuk tanaman, apakah menanam di lahan yang luas ataupun menanam pada lahan sempit atau mungkin juga dalam pot. Tetapi, taukah bahwa ada unsur hara makro esensial untuk tumbuhan yang sering dan banyak dilupakannya oleh orang-orang yang suka menanam.

Jumlah unsur hara esensial tanaman 
Apa unsur hara esensial untuk tumbuhan yang sering terlupakan? Baik, kita akan sanggup di sini. Tetapi, biar lebih menempel diingatan, kita buka kembali sekilas unsur-unsur hara makro yang dikonsumsi tanaman.  Ada 9 unsur hara makro esensial (butuh dalam jumlah besar), yaitu karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), posfor (P), kalium (K), sulfur (S), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg).

Tiga unsur hara esensial makro yang tersedia secara alamiah, yaitu C, H, dan O. Unsur-unsur itu tersedia di udara dan dimanfaatkan dengan cara berlangsungnya proses fotosintesis. Nutrisi yang diperoleh tumbuhan dengan reaksi kimia fotosinteis akan tetap tersedia dan sanggup dimanfaatkan oleh tumbuhan selama iklim di bumi ini tidak terusik oleh “tangan-tangan jahat.”

Enam unsur hara makro esensial tumbuhan lainnya, yaitu N, P, K, S, Ca, dan Mg yang bahwasanya ada di dalam tanah, namun karena  faktor alam dan campur tangan insan banyak yang hilang atau mungkin juga over tersedia (berlebihan).

Pemupukan dengan N, P, dan K secara terus-menerus menjadikan tanah menjadi kurang produktif. Pemberian kimiawi N, P, dan K secara tidak berimbang dan mungkin juga over dosis, menjadikan tanah mengalami duduk kasus bahkan sanggup jadi kekurangan/ketidaktersediaan unsur hara lain di dalam tanah.

Memang bahwasanya sebelum pemupukan, tanah harus diuji terlebih dahulu. Dengan cara itu, maka unsur hara esensial apa yang tersedia dan kondisi bagaimana yang harus dipertahankan.  Tetapi, kadang kala hal ini sering terabaikan apalagi dalam areal penanaman yang relatif kurang luas. Banyak yang mengikuti contoh biasa  dan tumpuan yang tidak spesifik. Rutinitas yang sudah mentradisi itu itu sudah dianggapnya hal lumrah dan dianggapnya tepat dalam pemupukan.

Unsur Hara Esensial Yang Terlupakan, Fungsi dan Gejala Kekurangannya

Terlepas dari yang tersebut di atas, unsur hara makro esensial tumbuhan yang sering terlupakan yaitu sulfur (S), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg). Padahal, ketiga unsur hara esensial ini memiliki fungsi penting dalam tanah sebagai nutrisi tanaman. Fungsinya tidak kalah penting dengan N, P, dan K.

Apa fungsi unsur-unsur hara esensial S, Ca, dan Mg tersebut untuk tanaman? Banyak sekali fungsinya baik untuk pertumbuhan maupun efek hasil panen. Peran/fungsi unsur-unsur tesebut ibarat di bawah ini, yaitu :

Belerang (S)
Sulfur atau sulfur (S) yang diserap tumbuhan dalam bentuk ion SO42- . Perkembangan sangat ditentukan oleh adanya sulfur. Tidak hanya nitrogen yang berperan dalam pembentukan protein, namun sulfur memainkan kiprahnya juga dalam reaksi pembentukan protein. Dengan adanya sulfur, maka sanggup meningkatkan pertumbuhan tumbuhan ibarat daun, pucuk, akar dan juga anakan.

Jadi, kalau kurang cukup unsur hara esensial S, maka tumbuhan tumbuh kerdil, kurus, dan juga kuning pucat. Perkembangan tumbuhan terhambat kalau kekurangan zat sulfur atau belerang.

Magnesium (Mg)
Unsur hara esensial magnesium diserap oleh tumbuhan dalam bentuk ion Mg2+. Perannya terutama dalam pembentukan warna hijau pada daun. Unsur-unsur P dan K sanggup diserap tumbuhan dengan baik kalau hadirnya unsur hara Mg. Sebab, Mg kiprahnya sebagai pengatur atau regulator. Magnesium juga berperan dalam sintesis protein dan lemak.

Tanda-tanda  defisiensi atau kekurangan unsur hara esensial magnesium gampang dilihat pada daun yang lebih tua. Jika terjadi defisiensi , gejalanya di sekitar daun renta akan berwarna kuning. Dan kalau defiensinya cukup parah, maka daun-daun muda akan mati jaringan (nekrosis)

Kalsium (Ca)
Seperti kita ketahui bahwa unsur hara esensial tumbuhan berupa kalsium diserap dalam bentuk ion Ca2+ Ini salah satu unsur hara dalam menurunkan keasaman tanah. Di samping menurunkan pH biar mendekati netral, kalsium juga sanggup memperbaiki sifat fisika tanah ibarat pembentukan granular tanah. Adanya kalsium menciptakan tanah menjadi lebih gembur.

Tanaman membutuhkan kalsium biar terbentuknya sel-sel baru. Bahkan, kalsium berperan dalam dalam mendorong pembentukan biji dan buah menjadi lebih sempurna.

Kalau kurang unsur hara esensial kalsium sanggup ditandai adanya pecahan tumbuhan yang mati ibarat matinya titik tumbuh pucuk dan juga akar. Mulai dari bunga hingga dengan buah akan mengalami duduk kasus keguguran kalau kekurangan kalsium.



Baca juga ini :


Itulah unsur hara esensial tumbuhan yang sering terlupakan, yaitu S, Mg, dan Ca. Padahal, fungsinya sangat luar biasa dan kiprahnya saling mendukung antara satu unsur hara dengan unsur hara lainnya. Seandainya tumbuhan menerima asupan nutrisi hara makro dan mikro yang cukup dan sesuai dengan kebutuhannya, maka pertumbuhan dan hasilnya sungguh sangat menggembirakan.

Bagaimana solusinya?
Bagaimana cara menambahkan dan sumber pupuk yang mengandung unsur hara esensial  tumbuhan berupa S, Mg dan Ca, sanggup dibaca di sini. Namun, sekedar tip saja bahwa untuk mempertahankan tetap tersedianya unsur hara makro dan mikro secara lengkap di dalam tanah, maka media tanah sanggup diberikan pupuk organik berupa pupuk kandang. 

Dosisnya antara 10 hingga 20 ton per hektar (1 – 2 kg per meter3). Pemberian pupuk sangkar lebih kondusif kalau diberikan pada media tanam. Pupuk sangkar menyumbang sejumlah unsur hara esensial tumbuhan baik makro maupun mikro. Pupuk sangkar juga menciptakan tanah tetap produktif dan berkelanjutan.