4 Tahap Memupuk Mentimun Dalam Polibag Agar Buahnya Lebat

4 Tahap Memupuk Mentimun Dalam Polibag Agar Buahnya Lebat
4 Tahap Memupuk Mentimun Dalam Polibag Agar Buahnya Lebat


Ketika menulis budidaya mentimun, penulis harus berpikir ekstra dan sedikit lama. Sebab, berbagai penyebutan untuk kata “mentimun.” Ada yang menyebutnya mentimun, ketimun, timun, timon, dan lainnya. Finally, penulis memakai kata mentimun saja biar tidak ngawur untuk tumbuhan yang dalam bahasa ilmiah disebut Cucumis sativus L

pixabay.com

Mentimun sanggup tumbuh hampir dimana-mana, di sawah, kebun, dan bahkan di perkarangan rumah yang ditanam dalam polibag. Asalkan rajin merawatnya, produksi mentimun dalam polibag tidak kalah dengan yang ditanam di tanah langsung. Nah, bagi Anda yang menanam mentimun dalam polibag di rumah, ini postingan yang sempurna biar lebih mendalami bagaimana memupuk mentimun dalam polibag supaya buahnya lebat.

Tapi, tunggu dulu! Kondisi tumbuh yang baik harus menjadi dasar untuk budidaya mentimun. Mengapa? Karena ketika kita “buta” sama sekali dengan kondisi pertumbuhan mentimun, ini menjadi duduk masalah suatu saat. Bahkan, bisa-bisa “arang habis, besi binasa.” Cost, energi, dan waktu terkuras, mentimun tak berbuah.

Syarat tumbuh
Paling tidak atau minimal kita tau sekilas bagaimana “kemauan” mentimun dalam hidupnya. Ada beberapa kondisi/syarat tumbuh tumbuhan mentimun yang sanggup menunjang pertumbuhan dan produktivitasnya. Mulai dari agroklimat ibarat cuaca dan temperatur udara hingga dengan kesuburan lahannya.

Tanaman merambat ini atau tumbuhan yang termasuk famili Cucurbitaceae tidak memerlukan persyaratan spesifik untuk tumbuh dan berkembang. Ini bukan berarti mentimun sanggup ditanam sembarangan kawasan atau tanpa mengenal pembatasnya.

Bagaimana syaratnya? Seperti tumbuhan sayuran atau buah lainnya, secara umum ketinggian kawasan berada pada 1-1000 m dpl dengan curah hujan yang mencukupi. Cuaca yang ektrim ibarat terlalu panas atau hujan terus menerus, merupakan syarat yang kurang cocok untuk pertumbuhan mentimun.
Syarat tumbuh lainnya ialah media tanam harus gembur dan pH 5,5-7. Jika tanam masam, ya harus diberikan kapur tanah dulu ibarat dolomit. Demikian dengan tekstur tanah, tanah yang baik untuk tumbuhan mentimun ialah tanah yang berlempung atau sedikit kadar liatnya.

Di samping syarat yang di atas, masih ada syarat media tanam yang harus dipenuhi. Media tanam/tanah harus mempunyai drainase yang baik, aerasi bagus, poros, struktur tidak keras, dan tidak gampang kehilangan air alasannya mempunyai daya simpan air yang baik.

pixabay.com

Budidaya mentimun
Dalam budidaya mentimun bukan pribadi memetik buah 😅, namun harus melewati serangkaian tahapan budidaya tanaman. Kegiatan dalam budidaya tumbuhan mencakup pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemasangan lanjaran untuk rambatan, pemeliharaan, pengendalian hama penyakit dan juga panen.

Penulis yakin, bahwa secara umum kegiatan-kegiatan dalam budidaya mentimun sudah dimengerti dengan baik. Oleh alasannya itu, bahasan dalam posting-an ini ana buat stressing pada pemupukan mentimun. Pemupukan yang sempurna jenis, waktu, takaran dan cara aplikasinya, merupakan kunci sukses budidaya mentimun. Pemupukan yang tepat, maka produksi dan produktivitas buah mentimun akan cukup tinggi. Sebaliknya, sedikit saja kurang tepat, maka pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan mentimun juga akan mengalami down.

Pemupukan Mentimun
Untuk menunjang pertumbuhan, tumbuhan mentimun perlu menerima nutrisi dalam setiap fase kehidupannya. Oleh alasannya itu, ada 4 tahapan penting dalam pemupukan untuk budidaya tumbuhan mentimun.



Baca Juga :



Tahap I, Penyiapan media tanam dalam polibag
Pemupukan dimulai pada tahap penyiapan media tanam dalam polibag. Pupuk pada tahapan ini terdiri dari pupuk organik dan juga anorganik (pupuk kimia). Kombinasi kedua pupuk ini sangat menguntungkan alasannya sanggup menjaga kesuburan tanah ibarat struktur tanah menjadi baik dan sekaligus menyediakan unsur hara makro dan mikro.

Media tanam harus sudah disiapkan jauh-jauh hari, minimal 1 ahad sebelum tanam adonan tanah, kompos dan arang sekam (2:1:1) serta pupuk yang mengandung N,P dan K sudah diisi dalam polibag.

Banyaknya pupuk NPK yang dicampur dalam media tanam ialah 10 gram per polibag (ukuran polibag 25-35). Aduk hingga merata pupuk NPK dengan adonan media tanam ibarat disebutkan di atas. Agar lebih meyakinkan pH tanah tidak masam, tambahkan 1 sendok makan kaptan (dolomit).
Setelah media tanam diisi dalam polibag, jangan lupa disiram. Biarkan media tanam selama 7 hari biar media menjadi kompak dan pupuk NPK terlarut di dalamnya.

Tahap II atau Pemupukan susulan I
Sepuluh hari sesudah tanam (10 HST), siap-siap untuk menunjukkan pupuk susulan. Dosis dan pertolongan ada 3 cara. Pilih salah satu cara saja untuk aplikasi pupuk. Caranya, yaitu :
  • Pengocoran ; Larutkan NPK sebanyak 10 gram dalam 1 liter air. Kocorkan pada tumbuhan dalam polibag sebanyak 250 ml untuk setiap tanaman. Ulangi pengocoran dalam selang waktu 3 hari (pada hari ke-15) dengan takaran yang sama.
  • Menempatkan di sekeliling tanaman ; Tempatkan pupuk NPK sebanyak 5 gram di sekeliling tumbuhan mentimun dengan kedalaman 2-5 cm dan jarak dari batang minimal 7,5-10 cm. Tutup kembali dengan tanah di atasnya.
  • Penugalan ; Aplikasikan pupuk NPK sebanyak 5 gram per polibag di samping tanaman. Caranya, buat lubang dengan cara ditugal media tanam dengan kedalaman 2-5 cm dan masukkan pupuk ke dalamnya. Tutup kembali lubang dengan tanah.

Tahap III atau Pemupukan susulan II
Pada tahap ini, takaran pupuk ditingkatkan lagi sesuai dengan perkembangan tumbuhan mentimun. Waktu pemberiannya, 20 hari sesudah tanam (20 HST). Pilih salah satu cara aplikasi di bawah ini :
  • Pengocoran ; Larutkan NPK sebanyak 20 gram dalam 1 liter air. Kocorkan pada tumbuhan dalam polibag sebanyak 250 ml untuk setiap tanaman. Ulangi pengocoran dalam selang waktu 3 hari (pada hari ke-25) dengan takaran yang sama.
  • Menempatkan di sekeliling tanaman ; Tempatkan pupuk NPK sebanyak 10 gram di sekeliling tumbuhan mentimun dengan kedalaman 2-5 cm dan jarak dari batang minimal 7,5-10 cm. Tutup kembali dengan tanah di atasnya.
  • Penugalan ; Aplikasikan pupuk NPK sebanyak 10 gram per polibag di samping tanaman. Caranya, buat lubang dengan cara ditugal media tanam dengan kedalaman 2-5 cm dan masukkan pupuk ke dalamnya. Tutup kembali lubang dengan tanah.

Tahap IV atau Pemupukan susulan III (terakhir)
Pada tahap ini, takaran pupuk ditingkatkan lagi sesuai dengan perkembangan tumbuhan mentimun. Waktu pemberiannya, 30-35 hari sesudah tanam (30-35 HST). Pilih salah satu cara aplikasi di bawah ini :

  • Menempatkan di sekeliling tanaman ; Tempatkan pupuk NPK sebanyak 15 gram di sekeliling tumbuhan mentimun dengan kedalaman 2-5 cm dan jarak dari batang minimal 7,5-10 cm. Tutup kembali dengan tanah di atasnya.
  • Penugalan ; Aplikasikan pupuk NPK sebanyak 15 gram per polibag di samping tanaman. Caranya, buat lubang dengan cara ditugal media tanam dengan kedalaman 2-5 cm dan masukkan pupuk ke dalamnya. Tutup kembali lubang dengan tanah.

pixabay.com

Itulah 4 tahapan pemupukan pada budidaya tumbuhan mentimun dalam polibag yang mesti dilakukan biar pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan baik dan optimal. Bahkan, kalau sempurna dilakukan cara pemupukan, mentimun akan berbuah lebat, besar, panjang sesuai dengan varietas yang dipilih. Selamat menanam dan memetik mentimun hasil budidaya sendiri di dalam meda polibag.


Tips :

  1. Benih sebaiknya disemai pada kawasan semaian khusus ibarat tray/baki, polybag kecil, dan juga bedengan. Setelah tumbuh daun 3-4 helai gres dipindahkan dalam polibag besar.
  2. Tempatkan polybag yang telah ditanam bibit mentimun pada kawasan yang terkena sinar matahari penuh biar produksinya tinggi.
  3. Untuk adonan media tanam, hati-hati kalau menggunakkan pupuk kandang. Sebab, kalau memakai kotoran ternak segar, akan menciptakan tumbuhan kuning, layu dan jadinya mati. Oleh alasannya itu, pastikan pupuk sangkar yang baik mempunyai ciri-ciri ibarat ini ; tidak berbau, remah, tidak lengket, bewarna gelap ibarat tanah, tidak tampak serat hijau pakan ternak, dan ringan.
  4. Penyiraman rutin dan sesuaikan dengan kondisi cuaca.