Idealnya, menabung dana pensiun sudah dimulai semenjak usia 20 tahunan. Jadi, semenjak mendapat pekerjaan pertama, seseorang sudah harus memikirkan hari tua. Namun, kebanyakan orang melupakan pentingnya dana pensiun ketika usia muda. Selain untuk membiayai gaya hidup, biasanya uang honor habis untuk membayar cicilan.
Menginjak usia 30-an, orang sudah mulai pandai balig cukup akal dan bijak dalam berpikir. Pada usia ini, sebagian orang sudah mulai berhitung untuk dana pensiun. Meskipun Anda bekerja sebagai aparatur sipil negara dan punya BPJS Ketenagakerjaan, alangkah baiknya mempersiapkan dana pensiun mandiri. Jika mempunyai dana pensiun sendiri, Anda bisa menikmati hari renta dengan gaya hidup yang sama menyerupai ketika masih bekerja.
Tagihan Vs Tabungan
Di umur 20 tahunan, Anda sudah terlanjur mengambil beberapa aset untuk kenyamanan hidup, mulai dari barang elektronik, kendaraan, sampai rumah. Pada usia 30-an, Anda tinggal melunasi cicilan untuk barang-barang tersebut. Selain itu, Anda juga mesti membayar tagihan bulanan lainnya menyerupai listrik, air, internet, televisi berbayar, kartu kredit, dan uang sekolah anak bagi yang sudah mempunyai keturunan.
Biaya hidup sehari-hari, cicilan dan tagihan ialah kewajiban yang tidak bisa ditunda. Jadi, Anda harus menempatkan alokasi dana honor untuk pos tersebut di daftar teratas. Kemudian, Anda bisa mengatur taktik untuk penempatan sisa uang Anda untuk pos yang lain, salah satunya untuk dana pensiun. Kalau bisa, pisahkan rekening pembayaran tagihan dan tabungan pensiun.
Otomatisasi Tabungan
Untuk memulai kebiasaan menabung dana pensiun, memang harus “dipaksa”. Anda mungkin akan berpikir berkali-kali untuk memindahkan sejumlah dana dari rekening honor ke tabungan khusus pensiun setiap bulan. Anda akan termakan untuk memakai uang demi keperluan konsumtif yang lain.
Strategi yang bisa Anda lakukan ialah dengan memanfaatkan layanan jasa potongan otomatis atau tabungan rencana di bank. Besaran dana pensiun yang disisihkan tergantung honor ketika ini, dan sasaran keuangan di masa depan.
Investasi
Salah satu taktik untuk mulai menyiapkan dana pensiun ialah dengan berinvestasi. Pilihan instrumen investasi dengan bunga beragam yang bisa Anda pertimbangkan yaitu reksadana saham atau campuran. Reksadana saham sendiri sanggup memperlihatkan imbal hasil sekitar 12 persen per tahun. Bunga tersebut di atas rata-rata inflasi nasional yang berkisar antara 8-10 persen.
Seseorang yang bisa menyisihkan Rp 500 ribu per bulan pada usia 35 tahun, bisa mengumpulkan uang sampai Rp 120 juta pada usia 55 tahun. Jika uang Anda ‘ditabung’ di reksadana saham, menurut perhitungan simulasi di situs Bareksa.com, dana yang terkumpul bisa bertumbuh sampai Rp 500 juta.
Jika Anda gres menyadari pentingnya dana pensiun menjelang usia 40 tahun, maka Anda tetap bisa memakai taktik di atas untuk menyiapkan dana pensiun mandiri. Namun, besaran dana yang harus disisihkan setiap bulan harus lebih besar. Dengan dana pensiun mandiri, maka kehidupan hari renta Anda akan lebih nyaman.